Selasa, 24 Januari 2017

LAPORAN KULIAH LAPANGAN UPI BANDUNG PRAKTIKUM FISIOLOGI HEWAN
EKSKRESI (PEMERIKSAAN URIN)
Di ajukan untuk memenuhi salah satu tugas mata kuliah praktikum fisiologi hewan yang di ampu oleh Siti Nurkamilah M.Pd.
Kelompok 5
3B      
Mia Ratnasari              (14541053)
Siti Solihah                  (14541055)
Sofi Yulianti               (14541056)
Hasni safitri                 (14542001)
Muhamad Hasanudin (14542004)
Ajeng Nur Aropah      (14542000)
Neng Ulpah Hasanah  (14542039)


LABORATORIUM PENDIDIKAN BIOLOGI
SEKOLAH TINGGI KEGURUAN DAN ILMU PENDIDIKAN (STKIP) GARUT
2017




LAPORAN KULIAH LAPANGAN UPI BANDUNG
EKSKRESI

A.    Dasar Teori
Sistem urinaria merupakan suatu sistem dimana terjdinya proses penyaringan darah sehingga darah bebas dari zat-zat yang yang tidak dipergunakan oleh tubuh dan menyerap zat-zat yang masih dipergunakan oleh tubuh. Zat-zat yang tidak dipergunakan lagi oleh tubuh larut dlam air dan dikeluarkan berupa urin (air kemih).
            Sistem urinaria terdiri dari: 1) dua ginjal (ren) yang menghasilkan urin, 2) dua ureter yang membawa urin dari ginjal ke vesika urinaria (kandung kemih), 3) satu vesika urinaria (VU), tempat urin dikumpulkan, dan 4) satu urethra, urin dikeluarkan dari vesika urinaria.
1.      Ginjal (Ren)
Ginjal memiliki bentuk seperti kacang dengan lekukan yang menghadap ke dalam. Di tiap ginjal terdapat bukan yang disebut hilus yang menghubungkan arteri renal, vena renal, dan ureter. Sistem urinaria (ginjal) terdiri dari organ-organ yang memproduksi urine dan mengeluarkannya dari tubuh. Sistem ini merupakan salah satu sistem utama untuk mempertahankan homeostatis (kekonstanan lingkungan internal). Fungsi ginjal adalah a) memegang peranan penting dalam pengeluaran zat-zat toksis atau racun, b) mempertahankan suasana keseimbangan cairan, c) mempertahankan keseimbangan kadar asam dan basa dari cairan tubuh, dan d) mengeluarkan sisa-sisa metabolisme akhir dari protein ureum, kreatinin dan amoniak.
Setiap ginjal terbungkus oleh selaput tipis yang disebut kapsula fibrosa, terdapat cortex renalis di bagian luar, yang berwarna cokelat gelap, dan medulla renalis di bagian dalam yang berwarna cokelat lebih terang dibandingkan cortex. Bagian medulla berbentuk kerucut yang disebut pyramides renalis, puncak kerucut tadi menghadap kaliks yang terdiri dari lubang-lubang kecil disebut papilla renalis. Hilum adalah pinggir medial ginjal berbentuk konkaf sebagai pintu masuknya pembuluh darah, pembuluh limfe, ureter dan nervus.. Pelvis renalis berbentuk corong yang menerima urin yang diproduksi ginjal. Terbagi menjadi dua atau tiga calices renalis majores yang masing-masing akan bercabang menjadi dua atau tiga calices renalis minores. Struktur halus ginjal terdiri dari banyak nefron yang merupakan unit fungsional ginjal. Diperkirakan ada 1 sampai 4 juta nefron yang merupakan unit pembentuk urine nefron dalam setiap ginjal. Nefron terdiri dari : Glomerulus, tubulus proximal, ansa henle, tubulus distal dan tubulus urinarius.
·         Glomerulus adalah gulungan kapilar yang dikelilingin kapsul epitel berdinding ganda disebut kapsul bowman. Glomelurus dan kapsul bowman bersama-sama membentuk sebuah korpuskel ginjal.
·         Tubulus Kontortus Proksimal, panjangnya mencapai 15 mm dan sangant berliku. Pada permukaan yang menghadap lumen tubulus ini terdapat sel-sel epithelial kuboid yang kaya akan mikrovilus dan memperluas area permukaan lumen.
·         Ansa Henle. Tubulus kontortus proksimal mengarah ke tungkai desenden ansa henle yang masuk ke dalam medulla, membentuk lengkungan jepit yang tajam (lekukan), dan membalik ke atas membentuk tungkai asenden ansa henle.
·         Tubulus Kontostus Distal juga sangat berliku, panjangnya sekitar 5 mm dan membentuk segmen terakhir nefron.
·         Tubulus dan Duktus Pengumpul. Karena setiap tubulus pengumpul bersedenden di korteks, maka tubulus tersebut akan mengalir ke sejumlah tubulus kontortus distal. Tubulus pengumpul membentuk duktus pengumpul besar yang lurus. Duktus pengumpul membentuk tuba yang lebih besar yang mengalirkan urine ke dalam kaliks mayor. Dari pelvis ginjal, urine dialirkan ke ureter yang mengarah ke kandung kemih.
2.      Ureter
Ureter adalah perpanjangan tubular berpasangan dan berotot dari pelvis ginjal yang merentang sempai kandung kemih. Setiap ureter panjangnya antara 25 cm – 30 cm dan berdiameter 4 mm - 6 mm. saluran ini menyempit di tiga tempat : di titik asal ureter pada pelvis ginjal, di titik saat melewati pinggiran pelvis, dan di titik pertemuannya dengan kandung kemih. Batu ginjal dapat tersangkut dalam ureter di ketiga tempat ini, mengakibatkan nyeri dan disebut kolik ginjal. Dinding ureter terdiri dari tiga lapisan jaringan : lapisan terluar adalah lapisan fibrosa, di tengah adalah muskularis longitudinal kea rah dalam dan otot polos sirkular kea rah luar, dan lapisan terdalam adalah epitelum mukosa yang mengsekresi lapisan mucus pelindung.
Lapisan ottot memiliki aktifitas peristaltic intristik. Gelombang peristaltis mengalirkan urine dari kandung kemih keluar tubuh.
3.      Vesika Urinaria (Kandung Kemih)
Vesika urinaria bekerja sebagai penampung urin. Organ ini berbentuk seperti buah pir (kendi). letaknya di belakang simfisis pubis di dalam rongga panggul. Vesika urinaria dapat mengembang dan mengempis seperti balon karet. Kandung kemih ditopang dalam rongga pelvis dalam lipatan-lipatan peritoneum dan kondensasi fasia. Dinding kandung kemih terdiri dari empat lapisan :
a.       Serosa adalah lapisan terluar. Lapisan ini merupakan perpanjangan lapisan teritoneal rongga abdominopelvis dan hanya ada di bagian atas pelvis.
b.      Otot detrusor adalah lapisan tengah. Lapisan ini tersusun dari berkas-berkas otot polos yang satu sama lain saling membentuk sudut. Ini untuk memastikan bahwa selama urinasi, kandung kemih akan berkontraksi dengan serempak ke segala arah.
c.       Submukosa adalah lapisan jaringan ikat yang terletak di bawah mukosa dan menghubungkannya dengan muskularis.
d.      Mukosa adalah lapisan terdalam. Lapisan ini merupakan lapisan epitel, yang tersusun dari epithelium transisional. Pada kandung kemih yang relax, mukosa membentuk ruga (lipatan-lipatan), yang akan memipih dan mengembang saat urine berakumulasi dalam kandung kemih.
4.      Uretra
Merupakan saluran sempit yang berpangkal pada vesika urinaria yang berfungsi menyalurkan air kemih ke luar.Uretra mengalirkan urine dari kandung kemih ke bagian eksterior tubuh.
Sifat fisis air kemih, terdiri dari :
1.                 Jumlah ekskresi dalam 24 jam ± 1.500 cc tergantung dari pemasukan (intake) cairan dan faktor lainnya.
2.                 Warna, bening kuning muda dan bila dibiarkan akan menjadi keruh.
3.                 Warna, kuning tergantung dari kepekatan, diet obat-obatan dan sebagainya.
4.                 Bau, bau khas air kemih bila dibiarkan lama akan berbau amoniak.
5.                 Berat jenis 1,015-1,020.
6.                 Reaksi asam, bila lama-lama menjadi alkalis, juga tergantung dari pada diet (sayur menyebabkan reaksi alkalis dan protein memberi reaksi asam).
Komposisi air kemih, terdiri dari :
1.      Air kemih terdiri dari kira-kira 95% air.
2.      Zat-zat sisa nitrogen dari hasil metabolisme protein, asam urea, amoniak dan kreatinin.
3.      Elektrolit, natrium, kalsium, NH3, bikarbonat, fospat dan sulfat.
4.      Pagmen (bilirubin dan urobilin).
5.      Toksin.
6.      Hormon.
Kandung kemih dikendalikan oleh saraf pelvis dan serabut saraf simpatis dari pleksus hipogastrik. Mikturisi melibatkan 2 tahap utama, yaitu:
1.      Kandung kemih terisi secara progresif hingga tegangan pada dindingnya meningkat melampaui nilai ambang batas (Hal ini terjadi bila telah tertimbun 170-230 ml urin), keadaan ini akan mencetuskan tahap ke 2.
2.      Adanya refleks saraf (disebut refleks mikturisi) yang akan mengosongkan kandung kemih. Pusat saraf miksi berada pada otak dan spinal cord (tulang belakang) Sebagian besar pengosongan di luar kendali tetapi pengontrolan dapat di pelajari “latih”. Sistem saraf simpatis : impuls menghambat Vesika Urinaria dan gerak spinchter interna, sehingga otot detrusor relax dan spinchter interna konstriksi. Sistem saraf parasimpatis: impuls menyebabkan otot detrusor berkontriksi, sebaliknya spinchter relaksasi terjadi MIKTURISI (normal: tidak nyeri).
Tahap pembentukan urine :
1.      Filtrasi ( penyaringan )
Filtrasi merupakan proses penyaringan darah yang berlangsung di dalam badan Malpighi yaitu dari glomerulus ke kapsula bowman, filtrate hasil filtrasi disebut urine primer, dalam urine primer masih terdapat zat yang berguna yaitu : air, glukosa, dan garam mineral seperti ion natrium (Na+) dan ion kalsium ( ca 2+ )

2.      Reabsorpsi ( penyerapan kembali )
Reabsorpsi merupakan proses penyerapan  kembali zat dalam urine primer yang masih berguna, filtrate hasil reabsorpsi disebut urine sekunder , ada dua macam reabsorpsi yaitu reabsorpsi obligat dan fakultatif, reabsorpsi obligat berlangsung di dalam tubulus kontortus proksimal  hingga tubulus kontortus distal.
Reabsorpsi obligat selalu berlangsung pada setiap keadaan dengan volume urine yang sama. Reabsorpsi fakultatif berlangsung di tubulus distal dan tubulus kolektivus, pada kondisi tertentu, reabsorpsi fakultatif dibantu oleh hormone, missal reabsorbsi air dibantu oleh hormone antideuritika ( ADH ), dan reabsorbsi kalsium dibantu oleh hormone paratiroid  (PTH )
Hasil reabsorpsi ini  berupa urine sekunder yang komposisinya mengandung air, garam, urea, dan pigmen empedu yang berfungsi member warna dan bau pada urine
3.      Augmentasi ( pengeluaran zat yang tidak berguna )
Augmentasi merupakan proses pengeluaran zat yang tidak berguna atau berlebih ke dalam urine. misalnya sekresi ion hydrogen ( H+) Dan ion kalium. Augmentasi berlangsung di dalam tubulus distal. Filtrate  hasil augmentasi merupakan urine sesungguhnya, urine sesungguhnya masih dapat direabsorpsi bahkan sampai berada di dalam tubulus pengumpul ( kolektivus ).
Factor – factor yang mempengaruhi produksi urine, yaitu :
1.    Hormone antideuritik ( ADH )
2.    Hormon insulin
3.    Jumlah air yang diminum
4.    Factor cuaca
Di dalam urine  terkandung bermacam – macam  zat, antara lain :
1.    Zat sisa pembongkaran protein seperti urea, asam ureat, dan amoniak
2.    Zat warna empedu yang memberikan  warna kuning pada  urine
3.    Garam, terutama garam dapur
4.    Zat – zat yang berlebihan dikomsumsi, misalnya vit C, dan obat – obatan, juga kelebihan zat yang yang diproduksi sendiri oleh tubuh, misalnya hormone.
1.      Glukosa dalam Urine
a.       Tujuan
Untuk memeriksa ada tidaknya glukosa dalam urine
b.      Alat dan bahan
Alat :
No.
Nama
Gambar
1.
Tabung reaksi

2.
Pipet tetes

3.
Penjepit

4.
Spirtus

5.
Gelas ukur

6.
Rak tabung reaksi

7
Gasolin

8.
Gelas kimia


Bahan :
No.
Nama
Gambar
1.
Urine

2.
Larutan Benedict


c.       Cara kerja
-       Mendidihkan 3 ml larutan benedict dalam tabung reaksi
-       Menambahkan 8 tetes urine ke dalam larutan tadi dan panaskan lagi selama 1-2 menit kemudian biarkan dingin
-       Mengamati adanya perubahan warna (endapan) yang terjadi,bila :
Biru : kadar glukosa 0,1%
Hijau : kadar glukosa 1 %
Orange : kadar glukosa 1,5%
Kuning : kadar glukosa 5%

2.      Albumin dalam urine
a.         Tujuan
Untuk memeriksa ada tidaknya albumin dalam urine (heller’s nitric acid test)
b.         Alat dan bahan
Alat :
No.
Nama
Gambar
1.
Tabung reaksi

2.
Pipet tetes

3.
Gelas ukur

4.
Penjepit

5.
Rak tabung reaksi


Bahan :
No.
Nama
Gambar
1.
Urine

2.
Asam nitrit pekat


c.       Cara kerja
-       Memasukan 2 ml asam nitrit pekat kedalam tabung reaksi
-       Memiringkan tabung reaksi tersebut kemudian tetesi urine dengan menggunakan pipet secara perlahan-lahan sehingga urine turun melalui sepanjang tabung
-       Mengamati perubahan urine tersebut,bila urine mengandung albumin akan terlihat adanya cincin berwarna putih yang terdapat pada daerah kontak urine dan asam nitrit.

3.      Chlorida dalam urine
a.       Tujuan
Untuk memeriksa ada tidaknya chlorida dalam urine
b.      Alat dan bahan
Alat :

No.
Nama
Gambar
1.
Tabung reaksi

2.
Pipet tetes

3.
Gelas ukur

4.
Rak tabung reaksi


Bahan :
No.
Nama
Gambar
1.
Urine

2.
Larutan AgNO3 10 %


c.       Cara kerja
-       Memasukan 5 ml urine kedalam tabung reaksi kemudian tetesi dengan larutan AgNO3 1-2 tetes
-       Mengamati perubahan yang terjadi,endapan putih menunjukan adanya endapan chlorida radikal

4.      Amonia dalam urine
a.       Tujuan
Untuk mengenal bau amonia dari hasil penguraian urea dalam urine
b.      Alat dan bahan
Alat :
No.
Nama
Gambar
1.
Tabung reaksi

2.
Pipet tetes

3.
Penjepit

4.
Spirtus

5.
Gelas ukur

6.
Rak tabung reaksi

7
Gasolin


c.       Cara kerja
-       Memasukan 1 ml urine kedalam tabung reaksi
-       Memanaskan tabung reaksi dengan spirtus
-       Mencium bau dari urine tersebut

5.      Urea dalam urine 
a.         Tujuan
Untuk membuktikan adanya urea dalam urine
b.         Alat dan bahan
Alat :
No.
Nama
Gambar
1.
Tabung reaksi

2.
Pipet tetes

3.
Object glass

4.
Mikroskop

5.
Gelas ukur

6.
Rak tabung reaksi

7.
Spirtus

8.
Gasolin

9.
Penjepit


Bahan :
No.
Nama
Gambar
1.
Urine

2.
Asam oksalat

3.
Sodium hipobromode


c.       Cara kerja
-       Memasukan beberapa tetes urine pada object glass,kemudian panaskan menggunakan spirtus biarkan sebagian dari urine tersebut menguap
-       Menambahkan setetes larutan jenuh asam oksalat
-       Mengamati kristal urea oksalat yang terbentuk
-       Menambahkan beberapa tetes sodium hipobromide
-       Pemuaian nitrogen tampak akibat dikomposisi urea

B.     Hasil pengamatan
1.    Glukosa dalam urine
Sampel urine
Hasil perubahan warna akhir
Keterangan
M.Hasanudin
Biru pekat
Normal (Kadar glukosa 0,1 %)
Sofyan
Biru pekat
Normal (Kadar glukosa 0,1 %)
Santika
Biru pekat
Normal (Kadar glukosa 0,1 %)







Pertanyaan :
-          Buatlah siklus perubahan glukosa dalam tubuh dan jelaskan mengapa terjadi perubahan demikian !
Jawab :
Glukosa berasal dari pemecahan amilum dan maltosa. Glukosa masuk siklus glikolisis menghasilkan asam piruvat, kemudian masuk daur krebs dan transpor elektron untuk menghasilkan energi berupa ATP. Perubahan ini terjadi agar glukosa mudah diserap dan memberikan energi pada tubuh. Glukosa berasal dari pemecahan amilum dan maltosa. Glukosa masuk siklus glikolisis menghasilkan asam piruvat, kemudian masuk daur krebs dan transpor elektron untuk menghasilkan energi berupa ATP. Perubahan ini terjadi agar glukosa mudah diserap dan memberikan energi pada tubuh.
-          Bagaimana jumlah glukosa dalam darah setelah beberapa saat anda makan ? bagaimanakah hubungannya dengan kadar glukosa optimum darah?
Jawab :
jumlah glukosa dalam darah akan naik beberapa saat setelah makan. saat kita makan makanan yang mengandung karbohidrat, karbohidrat akan diubah jadi glukosa. Untuk menjaga keoptimalan kadar glukosa dalam darah,  kelebihan glukosa di dalam tubuh tersebut akan disimpan dalam bentuk glukogen dalam hati atau otot sehingga kadar glukosa dalam darah tetap dalam keadaan optimum.

2.    Albumin dalam urine
Sampel urine
Ada tidaknya cincin putih
Keterangan
M.Hasanudin
Tidak ada cincin putih
Normal (Tidak mengandung albumin)
Sofyan
Tidak ada cincin putih
Normal (Tidak mengandung albumin)
Santika
Tidak ada cincin putih
Normal (Tidak mengandung albumin)

Pertanyaan :
-       Apakah hubungannya antara kadar albumin yang tinggi dalam urine dengan kesehatan yang bersangkutan ?
Jawab :
Albumin merupakan molekul yang mempunyai berat molekul yang besar. Apabila dalam urine seseorang terdapat albumin, maka hal tersebut menunjukan indikasi adanya kerusakan pada membrane kapsul endhotollium. Selain itu, hal tersebut juga dapat disebabkan oleh iritasi ginjal dikarnakan masuknya substansi seperti bakteri, eter, atau logam berat.

3.      Chlorida dalam urine
Sampel urine
Ada tidaknya endapan putih
Keterangan
M.Hasanudin
Tidak ada endapan putih
Normal (Terdapat chloride radikal)
Sofyan
Tidak ada endapan putih
Normal (Terdapat chloride radikal)
Santika
Tidak ada endapan putih
Normal (Terdapat chloride radikal)

Pertanyaan :
-          Chlorida yang terdapat dalam urine berasal dari apa ? jelaskan !
jawab :
Chlorida yang terdapat dalam urine berasal dari makanan yang mengandung garam (NaCl 10 %).
-          Apakah chlorida selalu terdapat dalam urine ? jelaskan !
Jawab :
Ya, karena hampir semua makanan yang dimakan mengandung garam (NaCl).
-          Tuliskan reaksi kimia yang terjadi pada percobaan diatas bila uji tersebut positif?
Jawab :
 NaCl  -> Na+ + Cl-
  AgNO3 + NaCl -> AgCl + NaNO3

4.      Amonia dalam urine
Sampel urine
Tercium bau atau tidak
Keterangan
M.Hasanudin
Tercium bau
Normal
Sofyan
Tercium bau
Normal
Santika
Tercium bau
Normal

Pertanyaan :
-          Berasal dari apakah amonia dalam urine tersebut ?
Jawab :
Berasal dari hasil deaminasi asam amino yang terjadi terutama didalam hati dan ginjal.
-          Enzim apa yang bekerja ?
Jawab :
Enzim glutaminase mengubah glutamin menjadi asam glutamate.jelas.

5.      Urea dalam urine
GAMBAR ASAM OKSALAT
Pertanyaan :
-          Jelaskan bagaimana terbentuknya urea dalam tubuh?
Jawab :
      Jika sel tubuh kelebihan asam amino, asam amino tersebut akan mengalami deaminasi. deaminasi merupakan pemindahan gugus amin dari asam amino. Deaminasi mengakiubatkan terkumpulnya amonia yang bersifat racun. Hati dengan bantuan enzim arginase akan mengubah arginin (salah satu asam amino esensial) menjadi urea.
-          Bagaimanakah mekanisme pengeluaran urea dalam, tubuh?
Jawab :
      Urea hasil metabolisme protein dibawa oleh darah. Darah difiltrasi oleh ginjal sehingga zat yang tidak dipakai lagi, salah satunya NH3 akan terpisah dari darah dan keluar bersama urine.



GAMBAR URINE DI TABUNG REAKSI


.
C.    Pembahasan
1.      Glukosa dalam urine
       Dari hasil pengamatan yang kami lakukan yaitu uji glukosa dalam urine , terdapat perubahan dari yang sebelumnya yaitu berwarna biru bening , setelah ditetesi air seni berubah menjadi biru agak pekat, sedikit ada warna hijau dan ada endapan warna putih. Hali ini berarti terdapat indikasi kandungan glukosa 0,1 % pada urine tersebut.
       Tinggi rendahnya kadar glukosa dalam urine biasanya dipengaruhi oleh banyaknya gula atau glukosa yang dikonsumsi.  Makin banyak gula yang dikonsumsi, maka akan semakin tinggi kadar glukosa yang ada dalam urin.  Sebaliknya, jika sedikit mengkonsumsi gula maka akan semakin sedikit juga kadar glukosa dalam urine tersebut.
2.    Albumin dalam urine
       Dari hasil pengamatan yang kami lakukan yaitu uji albumin, pada urin tidak terbentuk cincin putih pada permukaan urin. Ini menandakan bahwa urin tidak mengandung albumin dan pemilik urin sample tersebut sehat.
3.    Chlorida dalam urine
       Dari hasil pengamatan yang kami lakukan yaitu uji Chlorida, hasilnya pada sampel terdapat  endapan berupa partikel-partikel berwarna putih yang artinya menunjukan urine tersebut mempunyai chloride radikal. Chlorida yang terdapat dalam urineberasal dari garam-garam yang masuk ke dalam tubuh melalui makanan misalnya NaCl yang kemudian dalam cairan tubuh akan terurai menjadi ion-ion, oleh karena itu klorida terdapat dalam urin. Dalam tubuh NaCl diuraikan menjadi Na+ dan Cl-. Na+ difiltrasi dalam jumlah besar tetapi ia akan mengalami transpor secara aktif disemua bagian nefron kecuali pada bagian ansa Henle yang tipis.
       Dalam keadaan normal, 96% – 99% Na+ yang difiltrasi akan direabsorpsi. Sedangkan ion Cl- diabsorpsi secara pasif di bagian tubulus kontortus distal dan terjadi sekresi aktif ion Cl- di bagian lengkung henle. Klorida selalu terdapat dalam urin, pada filtrasi molekul-molekul kecil seperti glukosa dan garam mineral direabsorpsi melalui transport aktif. Kelebihan NaCl yang dihasilkan dari proses augmentasi dikeluarkan lewat urine dalam bentuk ion Cl- dan Na+. Pengeluaran NaCl tergantung pada banyaknya NaCl yang masuk. Reaksi yang terjadi NaCl → Na+ + Cl- AgNO3 + NaCl → AgCl + NaNO3
4.    Ammonia dalam urine
       Dari hasil pengamtan yang kami lakukan terdapat bau pesing yang sangat bau setelah urine dipanaskan, hal ini menandakan urine yang kami teliti banyak menganduk amonia.
       Organ hati dapat pula menghasilkan enzim arginase. Enzim arginase merupakan enzim yang berperan dalam proses penguraian asam amino. Prosesnya dinamakan deaminasi.Deaminasi adalah suatu reaksi kimiawi pada metabolisme yang melepaskan gugus amina dari molekul senyawa asam amino. Gugus amina yang terlepas akan terkonversi menjadi amonia
5.    Urea dalam urine
      Dari hasil pengamatan yang kami lakukan dari sampel urin terdapat asam oksalat yang menandakan bahwa urin tersebut mengandung urea.


D.    Kesimpulan
Berdasarkan hasil pengamtan yang kami lakukan dapat disimpulkan, bahwa :
1.    Pada uji glukosa hasil perubahan warna akhirnya biru, artinya terindikasi mengandung glukosa 0,1%.
2.    Pada uji albumin tidak terdapat cincin putih.
3.    Pada uji chloride terdapat  endapan berupa partikel-partikel berwarna putih yang artinya menunjukan urine tersebut mempunyai chloride radikal.
4.    Pada uji ammonia terdapat bau pesing yang sangat bau, hal ini menandakan urine tersebut banyak mengandung amonia.
5.    Pada uji urea terdapat asam oksalat yang menandakan bahwa urin tersebut mengandung urea.



Tidak ada komentar:

Posting Komentar